Arus AC dan DC Dalam keseharian Kita
Hi..!! gengs apa kabs , semoga kalian sehat . dan kali ini saya akan memberikan sebuah postingan yang dimana semoga bermanfaat untuk mengetahuinya. okay langsung saja kita ke dalam pembahasan nya tanpa basa basi. cekidott..!!
Apa itu Arus AC / DC ...??
Arus AC/DC adalah 2 bagian
arus listrik yang sering kita gunakan dalam keseharian kita ,Lalu yang kedua
arus listrik tersebut adalah
Listrik arus
bolak balik (AC - alternating current) yang mana arah arusnya Tidak bergerak dari kutub
positif ke negatif, tapi arusnya bolak balik saja dari positif ke negatif lalu kembali lagi dan bahkan arus nya dapat
berubah – ubah.
Arus listrik AC ini akan membentuk suatu gelombang yang
dinamakan dengan gelombang sinus atau lebih lengkapnya sinusoida. Dan Di
Indonesia sendiri listrik bolak-balik (AC) dipelihara dan berada dibawah
naungan PLN, Indonesia menerapkan listrik bolak-balik dengan frekuensi 50Hz.
Tegangan standar yang diterapkan di Indonesia untuk listrik bolak-balik 1
(satu) fasa adalah 220 volt. Tegangan dan frekuensi ini terdapat pada rumah
anda.
Mengapa Arus AC itu di bilang Arus yang Bolak – Balik.... ???
Karena arus
bolak-balik inilah maka tidak ada yang namanya arah arus pada AC, Dan kutub
positif dan kutub negatif juga tidak ada. Hambatan pada AC juga sedikit
berbeda di bandingkan pada DC. Hambatan pada AC disebut Impedansi yang dilambangkan dengan Z. HukumOhm-nya sih masih sama bentuknya,
hanya saja R diganti dengan Z, jadi hukum Ohmnya berbentuk : V = I.Z.
Listrik arus
searah (DC - dirrect current) yang
mana arus listriknya bergerak searah dari kutub positif ke negatif. Kalo
arusnya bergerak dari kutub positif ke negatif, maka elektronnya bergerak dari
kutub negatif ke positif. Listrik DC biasanya dihasilkan oleh baterai.
Arus listrik DC juga arus yang mengalir pada suatu hantaran
yang tegangannya berpotential tetap, tidak berubah-ubah. Listrik DC adalah listrik yang “original”,
artinya listrik dasar yang dapat dihasilkan dari sumber-sumber susunan material
alam. Muatan-muatan listrik yang terjadi akibat adanya gesekan pada dua jenis
material adalah muatan listrik yang berbentuk DC. Berkumpulnya muatan listrik
yang terjadi di awan hingga mencapai jutaan volt dan kemudian menjadi sambaran
petir adalah muatan listrik yang berbentuk DC juga. Dan setiap baterai yang
disusun dari beberapa bahan kimiawi tertentu selalu menghasilkan listrik dalam
bentuk DC, tidak ada baterai yang menghasilkan tegangan listrik AC secara
langsung. Begitu pun beberapa jenis hewan yang mampu mengeluarkan tegangan
listrik dari tubuhnya, adalah tegangan listrik DC.
Apa arti
dari 220v / 50Hz ...??
Angka Tersebut sering kita lihat di meteran rumah kita yang dimana
artinya adalah 220V-nya itu menunjukkan bahwa listrik di
rumah kita mendapatkan tegangan sebesar 220 volt, sementara bagian 50Hz-nya
menunjukkan bahwa arus listrik yang tiba di rumah kita itu adalah listrik
bolak-balik dengan frekuensi sebesar 50 Hz (50 gelombang per detik). Jadi
dari angka 50 Hz tersebut kita tahu bahwa listrik yang sampai di rumah kita
adalah listrik bolak-balik.
Di Indonesia, sebagian
besar listrik yang dipakai di rumah-rumah memiliki standart, yaitu 220 volt/ 50
Hz. Dan di negara-negara lain, standardnya bisa aja berbeda. Di negara-negara
Eropa seperti Perancis, Jerman, Italia, Yunani, dan lain-lain, standardnya
adalah 230 volt, 50 Hz. Di Amerika, standardnya adalah 120 volt, 60 Hz.
Singapura, Australia, dan Malaysia standardnya sama dengan Eropa. Tiongkok
standardnya sama dengan Indonesia. Dan sebagainya. Standard di setiap negara
bisa berbeda, tapi yang jelas, semua negara di seluruh dunia itu
menggunakan arus bolak-balik untuk transmisi listrik ke rumah-rumah.
Listrik
arus AC memangnya buat apa ...??
Seperti yang kita ketahui,
hidup kita saat ini menjadi jauh lebih enak karena sudah memiliki kemampuan,
kita dalam mengendalikan
energi yang ada di sekitar kita.
Hanya saja masalahnya, sebagian besar energi yang kita butuhkan itu dibangkitkan di lokasi yang
jauh di perumahan kita. Oleh
karena itu, perlu ada cara yang efektif dan efisien untuk mentransmisikan
energi tersebut dari sumbernya ke perumahan. Solusinya? Ya pakai listrik.
Energi apapun yang dibangkitkan oleh pembangkit, tinggal kita ubah dalam bentuk
listrik, kemudian kita kirim listrik tersebut ke rumah-rumah. Ketika energi
listrik tersebut tiba di rumah, kita bisa mengubahnya menjadi energi bentuk
lain sesuai kebutuhan kita, misalnya, menjadi energi cahaya (lampu), energi
panas (kompor listrik, pemanas ruangan, pendingin ruangan, kulkas, dsb), menjadi
energi kinetik (kipas angin, alat cukur rambut, dsb), dan sebagainya. Makanya
kita sangat membutuhkan listrik , yang diman bisa membuat pekerjaan kita yang
dimana kurang efektif bisa jadi lebih leluasa dalam bekerja.
Lalu , dari mana Listrik AC itu berasal
sehingga bisa dapat di alirkan ke masyarakat...???
Sebelumnya Arus AC ini
biasanya di dapat dari generator listrik dimana generator listrik ini dapat di
operasikan melalui beberapa cara untuk menggerakkannya, seperti PLTU
(Pembangkit Listrik Tenaga UAp), PLTG ( Pembangkit Listrik Tenaga Gas) dan
lainnya-lainnya. banyak hal yang dapat kita gunakan untuk menggerakkan
Generator listrik sebagai media untuk penggeraknya, misalnya saja kita bisa
memanfaatkan aliran air di sungai, ataupun aliran air terjun dan sebagainya.
Nah dari generator listrik inilah nantinya tegangan-tegangan yang di hasilkan
akan di kecilkan lagi yang umumnya menggunakan trafo pembagi tegangan. Anda
bisa lihat dari setiap tiang-tiang listrik pasti akan ada terdapat beberapa
trafo, nah trafo inilah yang nantinya akan menghasilkan tegangan standart 220
Volt. yang dapat di konsumsi oleh kita dan peralatan elektronika lainnya di
rumah kita.
Apa Kelebihan
Arus AC di banding Arus DC ...???
Kelebihannya adalah pada pengangkutan listrik yang jarak jauh. Misalnya bagaimana cara
menyampaikan listrik yang dihasilkan oleh PLTA Sagulingutuk sampai ke rumah
kita di kota? Pilihannya cuma dua macam :
1. Arus harus dihasilkan sebesar mungkin supaya arus yang
hilang di jalan (dimakan oleh hambatan kawat) yang tidak sampai menghabiskan pasokan listrik ketika sampai di rumah.
2. Dengan memakai tegangan yang setinggi mungkin.
Akumulator
merupakan sumber dari arus listrik searah(DC). Salah satu penggunaan akumulator
ini sering di gunakan pada kendaraan bermotor, seperti pada mobil dan
sepeda motor. Dalam rangkaian listrik DC yang dihasilkan oleh akumulator
hanya saja terdapat dua lampu depan dan dua lampu belakang. Kenapa...?? karena, pada kenyataannya sebuah mobil
umumnya menggunakan lebih dari empat lampu. Selain rangkaian untuk lampu, terdapat
juga rangkaian listrik untuk menyalakan klakson, untuk menyalakan radio
tape,dan alat elektronik lainnya . Jadi sebenarnya rangkaian listrik DC
di dalam mobil sangat rumit, Dimana dalam penginstalasi nya diperlukan dengan
teliti untuk mengetahui dalam setiap kabelnya. Setiap mobil dilengakapi dengan
sebuah dinamo , yang berfungsi membangkitkan energi listrik untuk mengalirkan
arus listrik ke dalam akumulator . Jika mesin mobil ataupun sepeda motor
dinyalakan , secara otomatis dynamo tersebut akan membangkitkan arus listrik . Jadi
kita tidak perlu khawatir dengan energy listrik di dalam akumulator akan cepat
habis , kecuali terdapat kerusakan dynamo ataupun kerusakan pada akumulator.
Dan kita juga dapat lihat pengaplikasian arus DC dalam kehidupan sehari hari
yaitu Lampu senter yang menggunakan batrei bahkan gedget anda pun berasal dari
arus listrik DC yang dimana setiap saat anda gunakan, Tak usah kita jauh jauh
dalam mencari keseharian kita yang menggunakan Arus dc bahkan anda juga tak
akan menyadarinya.
Kelebihannya adalah pada pengangkutan listrik
jarak jauh. Misalnya bagaimana cara menyampaikan listrik yang
dihasilkan oleh PLTA Sagulingutuk sampai ke rumah kita di kota? Pilihannya cuma
dua macam :1. Arus harus dihasilkan sebesar mungkin supaya arus yang hilang di
jalan (dimakan olehhambatan kawat) tidak sampai menghabiskan pasokan listrik ketika sampai di rumah.2.
Dengan memakai tegangan yang setinggi mungkin.
Dari dua pilihan tersebut, pilihan kedua jauh
lebih bersifat ekonomis dibandingkan
pilihan pertama, hal ini disebabkan oleh ukuran kawat yang diperlukan. Pilihan pertamamembutuhkan
kawat yang diameternya besar supaya hambatan kawat bis diperkecil, inisangatlah
tidak ekonomis. Pilihan kedua menyebabkan arus yang dibutuhkan tidak
perlu besar sehingga kawat penghantarpun tidak perlu besar. Ini akan mengurangi kehilanganarus
listrik pada
kawat.Tegangan yang sangat tinggi bisa dihasilkan oleh transformator step up. Sedangkantransformator hanya dapat bekerja jika diberikan arus AC.
Arus DC tidak akan bisamemfungsikan transformator (trafo).
Inilah keunggulan utama arus listrik AC, yaitu bisadikirim sampai ke tempat
yang jauh tanpa menghabiskan listrik di jalan, sehingga jenislistrik inilah
yang dikirimkan oleh PLN ke setiap rumah
tangga.Misalkan tegangan yang dihasilkan generator PLTA adalah 10 kV, maka olehtransformator
step up dinaikkan menjadi 150 kV, ketika sampai di daerah pinggiran
kota,transformator step down menurunkan lagi sehingga menjadi 20 kV yang lalu
disalurkanlagi ke gardu-gardu di kota yang juga menurunkan sehingga ketika
sampai di rumah tanggasebesar 220 V saja.Pada dasarnya listrik mengalir dalam
dua jenis, yaitu AC (Arus bolak balik) dan DC (Arussearah). Perbedaan antara
keduanya terletak pada arah aliran elektron. Elektron arus DCmengalir konstan
ke satu arah, sedangkan elektron pada arus AC mengalir dengan dua
arah, kadang “maju” kadang “mundur”. Contoh arus DC adalah
yang dihasilkan batereiatau aki, sedangkan contoh arus AC adalah listrik yang
biasa digunakan di rumah.Listrik PLN menggunakan arus AC, sebab membuat sumber
AC lebih murah daripadamembuat pembangkit listrik arus DC. Selain itu, arus AC
juga lebih efisien jika ingindisalurkan ke tempat yang lebih jauh.
0 komentar:
Posting Komentar